Tag Archive for: Teknik Sipil

Tujuh Pendekar ITNY Tembus 1.073 Atlet Nasional, Tiga Raih Podium di Kendal Open Championship 2026

Kendal, 16 Februari 2026 – Semangat juang mahasiswa Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) kembali berkibar di arena nasional. Dalam ajang bergengsi Kejuaraan Pencak Silat Kendal Open Championship 2026 yang digelar pada 13–15 Februari 2026 di GOR Bahurekso Kabupaten Kendal, tujuh atlet ITNY turun gelanggang menghadapi total 1.073 atlet dari berbagai daerah di Indonesia.

Dengan persiapan intensif selama kurang lebih satu setengah bulan, ITNY mengirimkan Maulana Yusuf (3100240022), Nafik Syaifullah (6100240015), Elvi Apriyanti (1100240048), Aang Brian Firmansyah (2000250024), Agil Jihan Farobi (2100250052), Ahta Falahil Hasby Chaniago (2100250058), dan Zidan Fajar Sulistya (1100250043) untuk bertarung membawa nama kampus di arena pencak silat nasional.

Dari tujuh pendekar tersebut, tiga mahasiswa berhasil berdiri di podium kehormatan. Agil Jihan Farobi, mahasiswa S1 Teknik Mesin, meraih Juara 3 Kelas F Dewasa Putra; Elvi Apriyanti, mahasiswa S1 Teknik Sipil, meraih Juara 2 Kelas Under 1 Putri; dan Maulana Yusuf, mahasiswa S1 Teknik Elektro, meraih Juara 2 Kelas H Putra.

Agil menyampaikan rasa syukur dan tekadnya setelah pertandingan sengit yang ia jalani. “Setiap ronde itu ujian mental. Saya belajar bahwa lelah itu pasti, tapi menyerah itu pilihan. Tetap semangat dan jangan pantang menyerah, karena proses tidak pernah mengkhianati hasil,” ujarnya penuh keyakinan.

Elvi, yang tampil penuh determinasi di kelasnya, menegaskan pentingnya keberanian untuk melangkah. “Sebelum masuk gelanggang, rasa gugup itu ada. Tapi saya percaya, jangan takut sebelum mencoba. Iringi usahamu dengan doa, disiplin latihan, dan keyakinan bahwa kita mampu. Kekalahan itu pelajaran, kemenangan itu bonus dari kerja keras,” tuturnya.

Sementara itu, Maulana Yusuf menyampaikan refleksi mendalam tentang arti perjuangan. “Berjuang memang melelahkan, tapi tanpa berjuang tidak ada hasil,” ungkapnya.

Semangat luar biasa juga datang dari atlet ITNY lainnya yang belum berhasil naik podium. Nafik Syaifullah menyampaikan bahwa ajang ini menjadi batu loncatan untuk kompetisi berikutnya. “Kami bangga bisa membawa nama ITNY di antara ribuan atlet. Ini bukan soal hasil semata, tapi soal keberanian untuk bertanding dan terus berkembang,” ujarnya.

Keikutsertaan tujuh atlet ITNY di tengah persaingan 1.073 atlet nasional membuktikan bahwa mahasiswa ITNY tidak hanya unggul di bidang akademik dan teknologi, tetapi juga memiliki daya juang, disiplin, dan mental kompetitif di arena olahraga bela diri.

Mahasiswa Teknik Sipil ITNY Aktif Berperan dalam Temu Wicara Nasional FKMTSI 2025 di Samarinda

Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) kembali menunjukkan eksistensi dan perannya di tingkat nasional melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Temu Wicara Nasional (TW Nas) Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Sipil Indonesia (FKMTSI) 2025. Kegiatan ini diselenggarakan di Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Samarinda, Kalimantan Timur, dan diikuti oleh perwakilan mahasiswa teknik sipil dari berbagai wilayah di Indonesia pada 1–7 Desember 2025.

TW Nas FKMTSI merupakan agenda tahunan berskala nasional yang tidak hanya berfungsi sebagai forum kongres organisasi, tetapi juga menjadi wadah penguatan kapasitas akademik, kepemimpinan, dan jejaring mahasiswa teknik sipil lintas daerah. Dalam forum ini, mahasiswa ITNY terlibat langsung dalam rangkaian kegiatan strategis, mulai dari kongres nasional, seminar akademik, hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan aksi sosial.

Salah satu delegasi ITNY, Marcela Catarina Leo, yang juga menjabat sebagai Koordinator Wilayah VII FKMTSI D.I. Yogyakarta, menyampaikan bahwa keikutsertaan mahasiswa ITNY dalam TW Nas memberikan pengalaman berharga dalam membangun perspektif kebangsaan dan profesionalisme.

“Saya bertemu dan berdiskusi dengan teman-teman mahasiswa teknik sipil dari berbagai pulau, mulai dari Aceh hingga Papua. Banyak wawasan baru yang saya pelajari, terutama terkait perbedaan kondisi wilayah, tantangan pembangunan, dan cara berpikir masing-masing daerah,” ungkap Marcela.

Melalui forum kongres, para delegasi dari seluruh wilayah Indonesia membahas agenda strategis organisasi, termasuk penetapan koordinator umum serta tuan rumah Temu Wicara Nasional berikutnya. Meskipun terdapat perbedaan latar belakang budaya, bahasa, dan sudut pandang antarwilayah, seluruh peserta mampu berproses secara demokratis dan bersatu dalam semangat Forum Mahasiswa Teknik Sipil Indonesia. Hal ini sekaligus melatih kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan penyelesaian konflik mahasiswa ITNY dalam forum nasional.

Selain kegiatan kongres, mahasiswa ITNY juga terlibat dalam Seminar Nasional serta kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) yang dilaksanakan pada 2 Desember 2025 di Sungai Karang Mumus, Samarinda. Kegiatan P2M meliputi briefing ekologi sungai, safety talk, aksi pembersihan sampah non-tumbuhan aquatik, serta kampanye edukatif “Memungut Sehelai Sampah”. Keterlibatan mahasiswa ITNY dalam kegiatan ini mencerminkan kepedulian terhadap isu lingkungan dan penerapan nilai teknik sipil yang berwawasan keberlanjutan.

Rangkaian kegiatan TW Nas FKMTSI 2025 juga diisi dengan aksi solidaritas penggalangan dana bagi korban bencana banjir di Pulau Sumatra dan Aceh, yang dilaksanakan pada 6 Desember 2025 di sekitar area Kampus UNTAG Samarinda. Kegiatan ini menjadi bagian resmi agenda nasional dan dikelola secara akuntabel.

Partisipasi aktif mahasiswa Teknik Sipil ITNY dalam TW Nas FKMTSI 2025 menegaskan komitmen ITNY dalam mendorong mahasiswa untuk berperan di tingkat nasional, tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kemampuan komunikasi lintas budaya, serta jejaring profesional yang luas. Keikutsertaan ini diharapkan dapat memperkuat posisi ITNY sebagai institusi pendidikan tinggi yang konsisten melahirkan lulusan teknik sipil yang adaptif, kolaboratif, dan berdaya saing nasional.